Pataruman, Jawa Barat – 13 Januari 2026
Pada tanggal 13 Januari 2026, telah diselenggarakan kegiatan panen simbolis Musim Tanam (MT 1) 2025–2026 di UPTD Balai Benih dan Bibit Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar, yang berlokasi di Pataruman, Banjar, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Wali Kota Banjar, yang turut menyaksikan hasil panen dari lahan seluas ±3 hektar.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penerapan pupuk hayati cair selama proses budidaya tanaman. Penggunaan pupuk hayati cair terbukti memberikan hasil yang lebih optimal pada lahan yang mengaplikasikannya. Pupuk hayati cair dari ORMONA menjadi salah satu inovasi yang diterapkan dalam kegiatan pertanian di Kota Banjar, dengan hasil yang menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Penerapan Pupuk Hayati Cair untuk Hasil yang Lebih Optimal
Selama proses budidaya di lapangan, sebagian lahan di UPTD Balai Benih dan Bibit menggunakan pupuk hayati cair ORMONA. Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman pada lahan tersebut tumbuh lebih sehat dan menghasilkan panen yang lebih baik dibandingkan dengan lahan yang tidak menggunakan pupuk hayati cair.
Penggunaan pupuk hayati cair ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, serta memperbaiki struktur tanah.
Manfaat Pupuk Hayati Cair dalam Pertanian Berkelanjutan
Pupuk hayati cair ORMONA yang diterapkan dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung terhadap kualitas hasil panen, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Penggunaan pupuk ini mendukung praktik pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Kesimpulan
Kegiatan panen simbolis ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan potensi besar penerapan pupuk hayati cair sebagai solusi efektif dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
Melalui inovasi seperti ini, Kota Banjar menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.